Pelaku UMKM Bisa Urus NIB dan Sertifikasi Halal di Stand Diskoperindag Berau Expo 2026

img

POSKOTAKALTIMNEWS, BERAU : Selama gelaran Berau Expo 2026, Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Berau secara khusus membuka pelayanan bagi pelaku UMKM untuk mengurus Nomor Iduk Berusaha (NIB) dan Pendaftaran Sertifikasi Halal serta konsultasi lainnya di stand Expo.

 

Kehadiran pelayanan di stan Expo ini bisa dimanfaatkan masyarakat, sambil menikmati hiburan, pengunjung dapat memperoleh informasi mengenai layanan usaha, menanyakan persyaratan, atau berkonsultasi langsung dengan petugas Diskoperindag.

 

Kepala Diskoperindag Berau, Eva Yunita, mengatakan partisipasi instansinya pada Berau Expo 2026 memang diarahkan untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat.

 

“Yang pasti, Diskoperindag menampilkan pelayanan. Jadi pelayanan apa saja yang kami lakukan selama ini, itu yang kami tampilkan. Kami juga membuka pelayanan langsung di lokasi,” ujar Eva saat diwawancarai usai peresmian Expo.

 

Beragam layanan disiapkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat, khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Layanan tersebut meliputi pengujian tera atau tera ulang untuk alat ukur dan timbangan kecil, pendaftaran sertifikasi halal, pendampingan pembuatan NIB, serta konsultasi Sistem Informasi Industri Nasional (SIINas).

 

Selain itu, masyarakat dapat mencari informasi mengenai Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan Kredit Melawan Rentenir.

 

Layanan tersebut memiliki manfaat yang berbeda sesuai kebutuhan usaha. Pendampingan NIB, misalnya, dapat membantu pelaku usaha memahami proses pengurusan identitas legal usahanya.

 

Sementara itu, konsultasi sertifikasi halal memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk memperoleh informasi mengenai proses pendaftaran dan persyaratan yang diperlukan.

 

Bagi pelaku usaha yang menggunakan alat ukur atau timbangan dalam kegiatan perdagangan, layanan tera dan tera ulang juga menjadi hal yang penting untuk diperhatikan.

 

Melalui pelayanan langsung ini, masyarakat dapat memperoleh penjelasan mengenai prosedur yang harus ditempuh. Untuk layanan yang membutuhkan proses lanjutan, pengunjung dapat menanyakan persyaratan dan tahapan penyelesaiannya kepada petugas.

 

Eva mengajak masyarakat memanfaatkan keberadaan stan pelayanan tersebut selama Berau Expo berlangsung.

 

“Jadi masyarakat bisa datang sekalian rekreasi dan menikmati hiburan, sekaligus langsung mendapatkan pelayanan dari kami,” tambahnya.

 

Selain pelayanan publik, perhatian Diskoperindag juga tertuju pada pengenalan produk kerajinan lokal. Berbagai hasil karya perajin binaan, termasuk tenun khas daerah dan kerajinan anyaman rotan, ditempatkan di stan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda).

 

Produk-produk tersebut dijadwalkan tampil secara bergantian selama sepuluh hari pelaksanaan Berau Expo 2026.

 

Kehadiran kerajinan lokal memberi kesempatan kepada pengunjung untuk mengenal hasil karya perajin daerah di tengah beragam produk yang dipamerkan.

 

Keikutsertaan Diskoperindag dalam Berau Expo 2026 menghadirkan dua fokus, yakni pelayanan kepada masyarakat dan pengenalan produk kerajinan daerah.  Bagi pelaku UMKM, stan pelayanan dapat menjadi tempat untuk mencari informasi mengenai legalitas, sertifikasi halal, alat ukur perdagangan, serta pembiayaan usaha.

 

Sementara itu, stan Dekranasda memberi kesempatan kepada pengunjung untuk melihat berbagai produk kerajinan yang dihasilkan perajin lokal. (sep/FN)